Standar Kompresi video atau image

Standar MPEG dikembangkan oleh Moving Picture Experts Group, kelompok kerja yang dibentuk oleh International Standards Organizations (ISO) dan International Electro-technical Commision (IEC) untuk menciptakan standar representasi digital gambar bergerak dan audio dan data lain yang terkait. Dengan menggunakan MPEG-1 (spesifikasi yang dirilis tahun 1992) , Anda dapat mengirimkan 1,2 Mbps (megabit per second) video dan 250 Kbps (kilobit per second) audio stereo dua channel mengunakan teknologi CD-ROM. MPEG-2 (spesifikasi yang dirilis tahun 1994), merupakan sistem yang benar-benar berbeda dari MPEG-1, memerlukan kecepatan data lebih tinggi (3 sampai 15 Mbps), namun dapat mengirimkan resolusi image, kualitas gambar, format video interlaced, skalabilitas multiresolusi, dan fitur audio multi channel yang lebih tinggi. MPEG-2 merupakan standar kompresi video yang dibutuhkan untuk televisi digital (DTV) dan pembuatan DVD. Beberapa bentuk standar MPEG menjadi metode pilihan untuk mengenkode image bergerak karena standar MPEG telah diterima secara luas baik untuk Internet maupun Video DVD dan dimasukkan ke dalam spesifikasi DTV. Akan tetapi, perusahaan yang berbeda juga mengimplementasikan variasi berbeda dari standar MPEG sehingga sulit untuk menunjuk pada satu standar yang menjadi metode pilihan yang disukai. Misalnya, Microsoft menggunakan video MPEG-4 sebagai satu dari codec videonya, namun video tersebut hanya mendukung porsi video MPEG-4 dar spesifikasi MPEG-4. Spesifikasi MPEG semenjak MPEG-2 memasukkan elemen di luar pengaturan encoding video. MPEG- 4 (spesifikasi yang dirilis tahun 1998 dan 1999) menyediakan metode berbasis isi untuk hyperlinking, querying, browsing, uploading, downloading, dan penghapusan fungsi, namun juga “Coding pencakokan data natural dan sintetis” yang memungkinkan integrasi yang harmonis dari objek audiovisual yang natural dan sintetis. Dengan MPEG-4, tersedia berbagai view, layer dan soundtrack dari sebuah scene, seperti stereoscopic dan gambar 3-D. Hal ini membuat realitas virtual dapat bekerja. MPEG-4 dapat mengatur bermacam-macam kecepatan download, membuatnya menjadi opsi menarik untuk pengiriman video di Web. Sebuah kelompok bernama Internet Streaming Media Alliance (ISMA) merilis spesifikasi terbuka untuk streaming Internet berbasis MPEG-4 di akhir 2001. MPEG-7 (spesifikasi yang dirilis tahun 2002), disebut Multimedia Content Description Interface, selangkah lebih maju dengan mengintegrasikan informasi tentang image, suara, atau elemen gerak video yang digunakan dalam komposisi — informasi yang telah ada dalam standar MPEG-4 – dengan bagaimana elemen tersebut digunakan. Elemen deskriptf MPEG-7 dapat digunakan untuk mendeskripsikan fitur-fitur sederhan seperti warna dan gerak dengan menggunakan Descriptor, atau isi dengan level lebih tinggi seperti ekspresi wajah, karakteristik kepribadian, atau berbagai variabel isi terkait dengan menggunakan Description Schemes. Salah satu keuntungan dari implementasi standar ini adalah kemampuannya untuk secara cepat mencari melalui arsip-arsip video untuk memperoleh tipe video yang sangat spesifik. Digital Right Management (DRM), isu krusial untuk kreator isi, ditujukan untuk MPEG-21, yang saat ini sedang dalam pengembangan . MPEG-21 menyediakan apa yang oleh MPEG disebut sistem Intellectual Property Management and Protection (IPMP). Gagasannya adalah, ketika Anda memperoleh apa yang disebut Digital Item (sepotong isi; misalnya, sebuah image di web yang anda klik kanan untuk di-download), file akan memberitahu Anda ke mana harus pergi untuk mencari pemegang hak tersebut. (http://www.mpeg.org)
Perbandingan
omparison
MPEG-1
Disahkan November 1991
kualitasVHS
Video CD
CD- ROM
Bandwidth Menengah (up to 1.5Mbits/detik)
- 1.25Mbits/detik video 352 x 240 x 30Hz
- 250Kbits/detik audio (2 jalur)
Non-interlaced video

MPEG-2
Disahkan November 1994
Kualitas DVD
Digital TV
Digital Versatile Disk (DVD)
Bandwidth Tinggi (up to 40Mbits/detik)
Sampai 5 jalur audio (surround sound)
frame sizes yang lebih lebar (termasuk HDTV)
interlaced video

MPEG-3
MPEG-3 digunakan untuk aplikasi HDTV dengan dimensi sampai dengan 1920 x 1080 x
30Hz, tetapi, telah ditemukan bahwa MPEG-2 bekerja dengan sangat baik untuk HDTV. Sekarang
HDTV merupakan bagian dari MPEG-2.

MPEG-4
Disahkan Oktober 1998
Kualitas dapat disesuaikan
Berdasarkan pada format file QuickTime
Dapat digunakan baik di telepon seluler maupun di televise satelit.
Bandwidth sangat rendah (64Kbits/detik)
176 x 144 x 10Hz
Dioptimalkan untuk videophones